JANGAN BUANG-BUANG FIKIRAN DENGAN BERBAGAI PERTANYAAN "FILSAFAT MISKIN" SOK INTELEK.

ACEH CINTA ILMU AGAMA, [21.05.17 00:59]
HIMBAUAN !

JANGAN BUANG-BUANG FIKIRAN DENGAN BERBAGAI PERTANYAAN "FILSAFAT MISKIN" SOK INTELEK.

Contoh :

1. Apakah Allah mampu menciptakan zat yang lebih besar daripada zatNya ?

2. Mampukah Allah Menciptakan Batu Besar yang Allah Sendiri Tidak Sanggup Mengangkatnya ?

TANGGAPANNYA :

1. Setelah dilihat terhadap pertanyaan yang masih ihtimal, agar tidak terjadi misunderstanding dikarenakan pertanyaan yang mengandung makna yang sangat general baik difahami secara inplisit/eksplisit maka perlu diklarifikasi dalam beberapa point.

Point pertama :
Kalau kata BESAR yang ada dalam pertanyaan itu dimaksudkan kepada besar yang hakiki/besar bentuk, berarti zat Allah tersusun dari berbagai komponen/unsur, baik unsur cair/padat, unsur halus/kasar, sehingga melazimi zat Allah perlu pada tempat, kalau memang demikian yang dimaksudkan terhadap kata BESAR yang ada dalam pertanyaan maka dengan rasio yang sehat kita tahu bahwa pertanyaan itu TIDAK SAH/SALAH TOTAL, dikarenakan zat Allah tidak berbentuk ( tersusun dari berbagai komponen/unsur ) sehingga zat Allah besar sebab banyak komponen/unsur ataupun zat Allah kecil sebab sedikitnya komponen/unsur yang terkandung, ini semua difahami dengan bersifatnya Allah dengan WAHDANIYYAH yang dari itu ternafi KAM MUTTTASIL pada zat ( zat Allah tidak tersusun dari berbagai juzuk ), disamping itu juga tidak boleh kita katakan zat Allah itu kecil/sangat kecil walaupun memang zat Allah tidak bisa dibagi tapi bukan berarti zat Allah itu sangat kecil seperti ATOM dikarenakan ini terfaham dengan ternafinya KAM MUNFASIL pada zat ( tidak ada zat lain yang sama dengan zat Allah ).
Dalil Aqli yang mendukung melalui penerapan ilmu mantiq adalah : Qiyas iqtirani dengan syakal kedua dhurub yang ketiga,
Muqaddimah sughra : Zat Allah tidak tersusun dari berbagai komponen/unsur
Muqaddimah kubra : Tiap-tiap zat yang kecil atau besar itu pasti tersusun dari berbagai komponen/unsur
Konklusi/Natijah : Zat Allah tidaklah zat kecil atau besar.
Dari penjelasan yang telah dipaparkan kita tahu bahwa Allah mampu menciptakan zat yang besar bahkan sangat besar tapi bukan dibanding dengan zat Allah, sebab tidak bisa dibuat perbandingan karena zat Allah tidak tersusun dari berbagai unsur yang melazimi kepada zat Allah tidaklah besar/kecil, contoh sesuatu yang sangat besar diciptakan oleh Allah itulah gunung yang tersusun dari unsur padat pada lapisan atas dan permukaan serta dari unsur cair yang terkandung didalamnya gunung seperti larva dan sebagainya, setelah itu tubuh manusia juga besar dibanding dengan semut yang tersusun dari berbagai komponen/unsur seperti tulang( unsur padat ), darah (unsur cair ) dan lain-lain.

Point kedua :
Kalau yang dimaksudkan dengan kata BESAR dalam pertanyaan adalah besar pada makna, yaitu sebuah zat yang besar maksudnya memiliki sifat-sifat kesempurnaan, sifat nafsiyah, sifat salbiyah, sifat maani, sifat maknawiyyah, yang semua sifat tersebut berada pada zat Allah, maka dengan rasio dibawah naungan Ushuluddin Ahlussunnah wal jamaah ( jalur pemikiran Imam Abu Hasan Al-asyari dan Abu Mansur Al-maturidy ) kita tahu bahwa pertanyaan tersebut TIDAK SAH/SALAH TOTAL karena Qudrah/Kekuasaan/Kemampuan Allah SWT cuma pada sesuatu yang mungkin bukan pada sesuatu yang mustahil, tiada ragu ada zat lain selain zat Allah yang bersifat dengan sifat-sifat tersebut merupakan sebuah kemustahilan.
Dari 2 poin diatas sudah jelas bahwa pertanyaan tersebut tergolong dalam PERTANYAAN SALAH, pertanyaan salah tidak perlu untuk diperhatikan dan tidak perlu untuk dijawab ( jangan buang-buang waktu dan fikiran dengan pertanyaan salah dari orang yang sok-sok intelek dan sok-sok filsafat apa lagi pertanyaan-pertanyaan salah yang menyangkut aqidah, pergunakan logika anda untuk menjawab pertanyaan yang benar dan logis ).

2. Pada Pertanyaan "mampukah Allah menciptakan batu besar, yang Allah sendiri tidak mampu mengangkatnya.??" ada 2 potongan kalimat yang perlu diperhatikan, pertama : mampukah Allah menciptakan batu besar, dalam kalimat ini ada kata "batu besar", terapan logika mantiqiyyah bisa memahami bahwa batu besar adal

ACEH CINTA ILMU AGAMA, [21.05.17 00:59]
ah benda padat dari kumpulan jutaan jauhar/atom yang dikatakan jism yangg tergolong dalam sesuatu yang mungkin ada/mungkin juga tidak ada, artinya bukan wajib/mustahil ada/tiada, Sementara itu kita tahu bahwa Sifat Kuasa pada Allah hanya akan menciptakan sesuatu yg mungkin ada, maka dengan logika jernih kita juga tau bahwa Allah mampu menciptakan batu besar, ini yg pertama. Kedua : ada kalimat "yang Allah sendiri tidak mampu mengangkatnya", ini adalah kalimat yang SALAH TOTAL, karena batu besar tadi adalah sesuatu yg mungkin ada/mungkin juga tidak ada, Sifat Kuasa pada Allah ta'luq pada sesuatu yang mungkin ada, maka Allah kuasa untuk mengangkatnya/meniadakannya kembali/lainnya.

Maka terhadap pertanyaan yang terdiri dari dua substansi/lebih sedangkan salah satunya SALAH maka pertanyaan tersebut tergolong dalam PERTANYAAN SALAH, pertanyaan salah tidak perlu untuk diperhatikan dan tidak perlu untuk dijawab ( jangan buang-buang waktu dan fikiran dengan pertanyaan salah dari orang yang sok-sok intelek dan sok-sok filsafat apa lagi pertanyaan-pertanyaan salah yang menyangkut aqidah, pergunakan logika anda untuk menjawab pertanyaan yang benar dan logis ).

Note :
Pertanyaan ada 2 :
1. pertanyaan yang benar ( perlu untuk dijawab )
2. Pertanyaan yang salah ( tidak perlu dijawab namun perlu diklarifikasi untuk membuktikan kepada penanya bahwa pertanyaan tersebut salah ) .

TTD :
UUW ( Ushuluddin Understanding Watch/Pemerhati Pemahaman Ushuluddin ) Aceh Utara.

✍️ Copas https://www.facebook.com/groups/AKTIFITASSANTRIATJEH/permalink/673657472738322/?refid=12

Silahkan share...

Kunjungi channel telegram kami di @majlisacia

telegram.me/majlisacia

facebook.com/majlisacia

🌍 A. C. I. A

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "JANGAN BUANG-BUANG FIKIRAN DENGAN BERBAGAI PERTANYAAN "FILSAFAT MISKIN" SOK INTELEK."

Post a Comment