MANFAAT AQIQAH BAGI PERKEMBANGAN ANAK

MANFAAT AQIQAH BAGI PERKEMBANGAN ANAK


Dari sahabat Samurah radhiyallaahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الغُلاَمُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ، وَيُسَمَّى، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

Seorang anak digadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih pada hari ketujuh kelahirannya, diberi nama dan rambut kepalanya dicukur.

Hadits shahih riwayat al-Tirmidzi [1522] dan al-Hakim dalam al-Musradrak [7587].

URAIRAN HADITS

Aqiqah secara bahasa adalah rambut yang ada pada kepala bayi ketika dilahirkan. Dalam istilah agama, aqiqah adalah hewan yang disembelih ketika penyukuran rambut bayi yang dibawa dari kelahiran.

Aqiqah termasuk tradisi kaum Jahiliah yang tetap dilestarikan dalam Islam. Sahabar Buraidah al-Aslami radhiyallaahu ‘anhu berkata:

كُنَّا فِى الْجَاهِلِيَّةِ إِذَا وُلِدَ لأَحَدِنَا غُلاَمٌ ذَبَحَ شَاةً وَلَطَخَ رَأْسَهُ بِدَمِهَا فَلَمَّا جَاءَ اللَّهُ بِالإِسْلاَمِ كُنَّا نَذْبَحُ شَاةً وَنَحْلِقُ رَأْسَهُ وَنَلْطَخُهُ بِزَعْفَرَانٍ.

Pada masa Jahiliah dulu, apabila salah seorang kami melahirkan anak, maka menyembelih kambing, dan darahnya dilumurkan ke kepala bayi. Setelah Allah datang membawa agama Islam, kami menyembelih kambing, rambut bayi kami cukur, dan kami lumurkan dengan minyak za’faran. (Hadits shahih riwayat Abu Dawud [2845].

Dalam hadits di atas, seorang anak yang dilahirkan, itu digadaikan dengan aqiqahnya. Ada beberapa penafsiran mengenai maksud hadits tersebut.

Pertama, maksud digadaikan, berkaitan dengan syafaat seorang anak kepada orang tua. Apabila anak tersebut meninggal dunia ketika masih kecil, atau meninggal dalam keadaan dewasa dan menjadi orang yang shaleh, dan telah dilakukan aqiqah oleh orang tuanya, maka akan memberikan syafaat kepada orang tua. Kalau tidak dilakukan aqiqah maka tidak akan memberikan syafaat kepada orang tua. Penafsiran ini dianggap penafsiran terbaik oleh para ulama terhadap hadits di atas

Kedua, ada yang menafsirkan, maksudnya bayi tersebut apabila dilakuka aqiqah, akan terlepas dari pengaruh tusukan syetan ketika dilahirkan. Sebagaiman dimaklumi, setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat, itu akan menangis karena tusukan syetan. Apabila dilakukan aqiqah, maka berarti melepaskan si bayi dari tusukan tersebut. Kalau tidak dilakukan aqiqah, maka berarti tidak melepaskan bayi itu dari tusukan syetan. Penafsiran ini dianggap penafsiran terbaik oleh Syaikh al-Amir al-Shan’ani dalam al-Tanwir Syarh al-Jami’ al-Shaghir.

Ketiga, ada pula yang menafsirkan, kalau tidak dilakukan aqiqah, maka perkembangan fisik anak tersebut akan terlambat dari teman-teman sebaya yang dilakukan aqiqah. Demikian penafsiran beberapa ulama.

Aqiqah ini dianjurkan sejak seorang bayi itu dilahirkan. Dan waktunya tidak habis sebab meninggalnya si bayi. Artinya, meskipun si bayi telah meninggal lama, orang tua masih dianjurkan untuk mengeluarkan aqiqahnya. Tetapi yang lebih utama, aqiqah dilakukan pada hari ketujuh kelahiran, apabila ada kemampuan melakukannya.

Bahkan kalaupun si anak sudah menginjak masa-masa baligh, dan oran tuanya belum melakukan aqiqah, ia dianjurkan untuk melakukan aqiqah sendiri bagi dirinya. (Hasyiyah al-Syarqawi, juz 2 hlm 470). Wallahu a’lam.

#Silahkan di share, semoga bermanfaat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "MANFAAT AQIQAH BAGI PERKEMBANGAN ANAK"

Post a Comment